Berkomunikasi
Lewat Komunikasi
Menurut Dennis Coon, dalam bukunya yang berjudul 'Introduction to Psychology', "Bila alat-alat indra mengubah informasi menjadi impuls-impuls syaraf dengan bahasa yang dipahami oleh komputer otak, maka terjadilah proses sensasi ". Demikian juga dengan buku 'Psikologi Komunikasi' oleh Drs. Jala- ludin Rakhmat, "Pada tahap awal manusia akan melakukan proses sensasi. Sensasi berasal dari kata 'sense' yang berarti alat penginderaan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya."
Yesus Kristus sebagai pemimpin, Ia akan memelihara hati dan pikiran manusia. Kita sendiri tidak akan putus harapan. Sang komunikator Agung masih tetap mendukung ; jika kita masih menyediakan diri menjadi media-Nya dan senantiasa mau belajar menjadi seorang komunikator-Nya.
Pentingnya Komunikasi
Sebagai media utama mahluk hidup yang berkomunikasi, dimana kebutuhan pokoknya adalah saling berbagi sesuatu, termasuk untuk mengisi waktu, menawarkan dan saling member tanggapan antara yang satu dengan yang lain.
Sekalipun berkomunikasi bukan hal yang sulit, namun juga jangan dimudahkan atau justru dianggap sulit. Paradigma tersebut bisa dipelajari melalui dua ayat berikut :
- Keluaran 7:2 - Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya.
- Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."
Sudah menjadi kenyataan , jika di jaman modern ini, dimana semua jenis produk global sudah semakin canggih ; maka multimedia sebagai sarana penyampaian informasi dan komunikasi , juga harus bisa tampil sebagai pemenangnya .
Proses Komunikasi
Standar sederhana sebuah proses komunikasi akan melalui beberapa pihak dan tahapan sebagai berikut :
- Komunikator : sumber berita dan pembawa berita
- Pesan : sumber dan isi berita, akibat suatu peristiwa
- Gangguan : diri, alat, dan lingkungan ( disengaja atau tidak )
- Media : mahluk hidup, audio - visual , dan alam
- Gangguan : diri, alat, dan lingkungan ( disengaja atau tidak )
- Penerima : terbatas dan luas ( sljtnya juga sbg komunikator )
- Tanggapan : tenang dan terusik ( menolak atau menerima dengan bersyarat atau tidak )
Tujuan Komunikasi
- Informasi : isu, fakta, dan ilmiah
- Menanggapi : diam, serius, tidak serius
- Menghibur : sedih, gembira, dan ekspresi lain
- Mengajak : sesuai diri, atau aturan/ system yang berlaku
Target Komunikasi
- Pesan yang sesuai dengan maksud utama
- Tidak lebih atau kurang
- Tidak salah mengerti atau salah menafsirkan
Model Komunikasi
|
|
|
Model komunikasi bisa satu arah (monolog), yaitu penyampaian pesan yang tanpa menghendaki tanggapan atau bisa juga dibuat dua arah (dialog), jika menghendaki langsung ditangggapi. Mediator adalah perantara yang dibutuhkan, ketika pihak penyampai pesan tidak berhadapan langsung dengan penerima pesan.
Perenungan
Sudah layak menjadi renungan seorang komunikator,jika umat Kristen juga harus menguasai berbagai ilmu pengetahuan, filsafat, dan teologi. Melalui tindakan serta aktifitas yang ada dengan membaca, belajar, dan bertukar pikiran antar berbagai pihak ; maka perkembangan , wawasan ,dan kemampuan pribadi seseorang akan semakin bertambah dan disempurnakan hari demi hari.
Belajar sendiri mempunyai makna yang berkesinambungan, artinya terus berlanjut. Dengan demikian pihak-pihak yang terkait dalam proses komunikasi bisa berhasil meraih kompromi dengan segala suasana kepuasan hati, pengertian, termasuk tambahan gagasan baru yang optimal.
Sumber : Iman yang Berwawasan (bab 16: Berkomunikasi), Juanda S.Sos.,M.A. , Yayasan Kalam Hidup, Bandung.
Andreas Salurante
Pasted from <file:///D:\Dokumen\DDM\tugas%20ringkasan%20berkomunikasi.doc>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar